A. Pengertian Debian
Debian ([unsupported input]ˈdebian/) adalah sistem operasi komputer yang tersusun dari paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU General Public License dan lisensi perangkat lunak bebas lainnya. Debian GNU/Linux memuat perkakas sistem operasi GNU dan kernel Linux merupakan distribusi Linux yang popmuler dan berpengaruh. Debian didistribusikan dengan akses ke repositori dengan ribuan paket perangkat lunak yang siap untuk instalasi dan digunakan. Debian terkenal dengan sikap tegas pada filosofi dari Unix dan perangkat lunak bebas.
Debian dapat digunakan pada beragam perangkat keras, mulai dari komputer jinjing dan desktop hingga telepon dan server. Debian fokus pada kestabilan dan keamanan. Debian banyak digunakan sebagai basis dari banyak distribusi GNU/Linux lainnya. Sistem operasi Debian merupakan gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux, sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia.
B. Sejarah Debian
Pada Februari 2011, versi rilis stabil terakhir adalah versi 6.0, dengan kode nama squeeze. Saat versi baru dirilis, versi stabil sebelumnya yaitu versi 5.0 dengan kode nama lenny menjadi oldstable Sebagai tambahan, rilis stabil dengan pemutakhiran minor (disebut sebagai titik rilis). Skema penomoran untk titik rilis hingga Debian 4.0 adalah termasuk huruf r (untuk rilis) setelah nomor versi utama (misal: 4.0) diikuti dengan nomor titik rilis; sebagai contoh, titik rilis terakhir dari versi 4.0 (etch) 8 Desember 2010 adalah 4.0.r9. Dari Debian 5.0 (lenny), skema penomoran dari titik rilis telah berubah dan mengikuti standar penomoran versi GNU; jadi, sebagai contoh, titik rilis pertama dari Debian 5.0 adalah 5.0.1 (bukan 5.0r1).
Tim keamanan Debian merilis pemutakhiran keamanan untuk rilis mayor stabil terakhir, sama seperti dengan versi stabil sebelumnya, selama satu tahun. Versi 4.0 dirilis pada 8 April 2007, dan tim keamanan mendukung versi 3.1 hingga 31 Maret 2008. Untuk penggunaan pada umumnya, sangat direkomendasikan untuk menjalankan sistem yang menerima pemutakhiran keamanan. Distribusi testing juga menerima pemutakhiran keamanan, namun waktunya tidak se-teratur seperti versi stabil.
Untuk Debian 6.0 (squueze) diumumkan seubah kebijakan pengembangan berbasiskan waktu yaitu membekukan siklus dua tahun. Pembekuan berdasarkan waktu dimaksudkan agar proyek Debian dapat mengakomodasi rilis berdasarkan waktu dengan rilis berdasarkan fitur. Kebijakan pembekuan ini bertujuan agar rilis dapat diprediksikan lebih baik oleh pengguna distribusi Debian, dan memungkinkan pengembang Debian melakukan perencanaan jangka panjang yang lebih baik. Pengembang Debian mengharapkan rilis setiap dua tahun akan memberikan waktu yang lebih banyak untuk perubahan yang besar, mengurangi ketidaknyamanan bagi para pengguna. Dengan memiliki waktu beku yang dapat diprediksi diharapkan dapat mengurangi waktu beku secara keseluruhan. Siklus squeeze dibuat pendek dengan tujuan untuk masuk ke siklus baru. Namun siklus beku pendek ini diacuhkan. Kode nama rilis Debian merupakan nama karakter dari film Toy Story. Distribusi unstable diberikan nama Sid, sesuai dengan karakter emosinya yang tidak stabil, tetangga sebelah rumah yang secara teratur menghancurkan mainan. Rilis setelah squeeze akan dinamakan wheezy, nama pinguin mainan karet dalam Toy Story 2. Debian telah mengeluarkan sebelas rilis stabil utama.
C. Langkah-Langkah Konfigurasi Mail Server Pada Debian
1. Langkah Pertama Kita harus Mengistal Menggunkan Perintah
“Apt-get install postfix courier-imap courier-pop “
2. Kemudian Klik Oke untuk Melanjutkan Installasi
3. Selanjutnya Pada postfix configuration pilih “Internet site”
4. Kemudian sampai pada pilihan Nama Mail sistem, di isi dengan domain dari Mail server, misal Debianku.net Kemudian Klik OK.
5. Pilih “YES” untuk configuration courier-base.
6. Selanjutnya Buat folder maildir dan user dengan nama Debianku password 1.
7. Selanjutnya Konfigurasi Postfix Menggunakan Perintah
“Nano /etc/postfix/main.cf”
8.Selanjutnya Kita Lakukan Konfigurasi “myhostname” isi dengan “debian.net” Seperti gambar Dibawah ini.
9. Melakukan Konfigurasi ulang Menggunkan perintah
“Dpkg-reconfigure postfix”
10. Kemudian Pada langkah ini kita Klik “Ok”.
11. Selanjutnya pada “System Mail name” kita ketik dengan nama “mail.debianku.net” Kemudian Klik “OK” Seperti gambar dibawah ini.
12. Pada “Root and Postmaster mail recipient” masukkan 1 kemudian Klik “OK”.
13. Kemudian Tambahkan “0.0.0.0/0” pada local network agar semua bisa mengakses mail Selanjutnya Klik “OK” Seperti gambar dibawah ini.
14. Pada “Mailbox size limit (bytes)” kita isi dengan “0”, Kemudian Klik “OK”.
15. Pada Bagian “Internet protocol to use” kita pilih “ipv4” kemudian Klik “OK”.
Selanjutnya “Restart mail” menggunakan perintah Seperti dibawah ini.
"Service postfix restart",
"Service courier-imap restart",
"Service courier-pop restart"
"Service courier-imap restart",
"Service courier-pop restart"

















0 komentar:
Posting Komentar